Destinasi Wisata di Makassar

RAMMANG - RAMMANG

Rammang-rammang adalah gugusan Karts terbesar ketiga di dunia setelah China dan Vietnam. Terdapat taman hutan batu kapur, telaga Bidadari, gua kelelawar, sungai Pute dan kampung Berua. Rammang-Rammang dapat ditempuh melalui jalur darat dengan kendaraan bermotor dalam waktu kurang lebih 1 jam dari Kota Makassar. Nama “Rammang-Rammang” berasal dari Bahasa Makassar, di mana kata rammang berarti “awan” atau “kabut”. Jadi rammang-rammang berarti sekumpulan awan atau kabut. Menurut cerita penduduk setempat, tempat ini diberi nama Rammang-Rammang karena awan atau kabut yang selalu turun, terutama di pagi hari atau ketika hujan.

LEANG - LEANG

Taman Prasejarah Leang-leang menawarkan wisata sejarah budaya peradaban manusia purba. Jejak kehidupan manusia jaman prasejarah dapat ditelusuri di lokasi wisata ini. Lukisan telapak tangan manusia dan babi rusa yang terpampang di dinding-dinding gua serta beragam artefak menjadi bukti kehadiran manusia prasejarah di daerah ini.

Di taman ini terdapat ratusan goa prasejarah yang  tersebar di perbukitan (karst) Maros-Pangkep. Dalam bahasa Makassar, leang artinya goa. Serupa dengan kata liang yang artinya lubang.

Lukisan yang terdapat di Gua Pettae berupa lima gambar telapak tangan, satu gambar babi rusa sedang loncat dengan anak panah di bagian dada. Sementara di mulut gua yang tingginya mencapai 8 meter dengan lebar 12 meter, terdapat alat serpih bilah, serta kulit kerang. Untuk mencapai gua ini ada 26 anak tangga yang harus ditapaki oleh wisatawan.

Gua Petta Kere yang lokasinya sekitar 300 meter dari Gua Pettae, memiliki semacam teras selebar hingga 2 meter. Di gua ini juga ditemukan dua gambar babi rusa, 27 gambar telapak tangan, alat serpih bilah, dan mata panah. Untuk mencapai gua ini, perlu usaha lebih dengan menapaki 64 anak tangga terlebih dahulu. Gua tersebut diperkirakan telah dihuni sejak sekitar tahun 8.000 – 3.000 SM.

Lukisan prasejarah tersebut menceritakan kehidupan sosial, seperti aktivitas harian dan sistem kepercayaan yang dianut saat itu. Sementara gambar telapak tangan diperkirakan sebagai cap tangan milik salah seorang anggota suku usai ritual potong jari. Ritual ini dilakukan sebagai tanda berduka atas kematian orang terdekatnya.

Warna merah terlihat mendominasi lukisan dinding tersebut. Diperkirakan pewarna yang digunakan terbuat dari bahan alami yang dapat meresap hingga ke dalam pori-pori batu dan dapat bertahan hingga ribuan tahun.

Panorama alam objek wisata ini pun sungguh menawan. Gugusan tebing batu dengan bentuk yang khas dan unik serta gunung-gunung batu yang kokoh menjulang menampilkan panorama khas landscape karst.

BANTIMURUNG

Bantimurung adalah wisata alam yang menyediakan pemandangan yang sangat indah dan sangat menakjubkan. Bantimurung adalah Wisata alam yang terletak di Kec.Bantimurung, Kab.Maros dan Provinsi Sulawesi Selatan, dan tentunya tempat wisata alam ini terdapat di negara kita yang tercinta yaitu Indonesia.

Bantimurung merupakan destinasi wisata maros yang menjadi andalan, karena di bantimurung kita bisa melihat indahnya alam dan kesegaran dari perbukitan, karena disini kita bisa menemukan batu kars yang sangat panjang membentang, air terjun yang sangat segar dan juga pusat penangkaran kupu-kupu yang juga merupakan terbesar di Indonesia.

Di bantimurung terdapat banyak spesies unik dan langkah dari kupu-kupu, maka dari itu bantimurung juga mendapat julukan sebagai The Kingdom Of Butterfly karena di kawasan ini terdapat lebih dari 250 spesies kupu-kupu yang sangat bagus.

Selain binatang dan pohon-pohon dibantimurung anda bisa menikmati goa-goa yang sangat bagus, dan sangat indektik dengan alam terbuka,seperti goa-goa pada umumnya, goa yang paling terkenal dikawasan bantimurung adalah goa mimpi, dan goa batu.

KETE KESU - TORAJA

Kete Kesu adalah suatu desa wisata di kawasan Tana Toraja yang dikenal karena adat dan kehidupan tradisional masyarakat dapat ditemukan di kawasan ini. Di dalam Kete Kesu terdapat peninggalan purbakala berupa kuburan batu yang diperkirakan berusia 500 tahun lebih.

Desa Kete Kesu merupakan kawasan cagar budaya dan pusat berbagai upacara adat Toraja yang meliputi pemakaman adat yang dirayakan dengan meriah (Rambu Solo), upacara memasuki rumah adat baru (Rambu Tuka), serta berbagai ritual adat lainnya. Pada bulan Juni – Desember, berbagai upacara dan perayaan adat umumnya dilakukan oleh masyarakat sekita di lokasi ini.

NEGERI DI ATAS AWAN - TORAJA

JEMBATAN KACA - TORAJA

GOA LONDA - TORAJA

PATUNG YESUS - TORAJA

BATU MEGALITH - TORAJA

PUNCAK MALINO

KEBUN TEH MALINO

TAMAN BUNGA MALINO

KEBUN STRAWBERRY MALINO

KEBUN PINUS MALINO